Rabu, 28 Maret 2012

B I M B A N G

Terang gelapku dihilir gemuruh


Kelamku terbelalak tak menyentuh
 
Sisa puing-puing kuil yang runtuh
 
Berada di pintu yang mulai rapuh
 
Sejenak berdiri lalu bermimpi
 
Dalam buaian dewa-dewi
 
Termenung disentuhan jari-jari
 
Ditimang dalam nafas-nafas yang suci
 
Naik hati di puncak yang rindang
 
Menuai anggur sambil berdendang
 
Sejenak disuap dan disayang
Lalu diracun dan dibuang

PUISI UNTUK PUISI

segumpal kata digenggam dalam keindahan
dirajut dalam nuansa bertautan
berbisik pada relung rohani
madah bernyawa dari hati
berwujud angin hangatnya api
secuil makna dari jagad raya
ditulis dengan kobaran jiwa
diatas kertas suci kehidupan
ditatap dengan penuh keelokan
membutakan mata yang melawan
setitik kata itu kini pergi
rapuh hampir tak bernyawa lagi
sang penyair tak lagi berambisi
dunia telah terlau gelap untuk puisi
tertanamlah sajak caci maki
tapi lilin syair itu belum mati
meski tergoyang saat berdiri
masih ada untaian jari jemari
yang ingin mernorehkan lagi
sedikit harapan yang mendaki
puisi untukmu puisi

ANDAI



andai kepedihanku bisa membuat bahagiamu
akan ku tenggelankan aku dalam kesedihan itu
andai lukaku bisa menguatkanmu
akan kulukai semua tubuhku
andai pejaman mataku membuat dapat melihatku
akan kubutakan kedua mataku
andai semua waktuku berguna untukmu
tak akan kusisakan waktu ni untukku
andai kelumpuhanku membuatmu berdiri
akan kulumpuhkan kedua kakiku
andai perginya diriku dapat membuat kerinduanmu
akan ku tinggalkan kamu sejauhnya
dan andai kematianku membuat cinta abadimu
akan kurelakan nyawaku untuk itu

Senin, 12 Maret 2012

DILEMA BESAR


mulai terasa lelah aku bertahan
terlalu lama kau terdiam
terlalu lama kau meredam cinta

berapa besar yang ku dapatkan
tak selamanya ku mengalah
tak selamanya ku diam



harus berapa lama terus berjalan
dalam hati tak teryakinkan segalanya kan berubah


bawa ku pergi dari ini
di tempat kau berpaling
dan bila ku pergi dari ini
akankah kau kembali

ku dapaat menahan hilang
tapi tak mengerti

bawa ku pergi dari ini
di tempat kau berpaling
aah...
akankah kau kembali

MALAM

Selamat datang, MALAM! 
Hadirmu meneduhkan batinku. 
Sepertihalnya hadirnya terang di dalam kegelapan.
 Menentramkan. Dan menyirnakan segenap kekhawatiran. 
Bersamamu aku bisa tenggelam dalam jingga kebahagiaan. 
MALAM, ajari aku cara engkau benderang, agar aku dapat memahami arti sebuah ketenangan. 
Ajari aku cara engkau merona, agar aku bisa meranum seperti dirimu. 
Ajari aku bagaimana cara engkau tenggelam, agar aku dapat belajar arti tentang perpisahan.
 

 

Rabu, 07 Maret 2012

GALAU



Andaikan segala ruang dapat aku tepis
Aku tak ingin ada sekat antara kita
Segala waktu aku coba hampiriNamun tak jua aku temukanmu

... Getaran hati yang menggila terus mengendus jejakmuMengungkapkan segala rasa meski semua bagai kesiaan belaka

Hanya ingin kau tahu
Hanya ingin kau mengerti
Aku yang mengagumimu
Aku yang memendam rasa padamuAku yang telah menyayangi dan mengharapkanmu direnggang waktu yang kau buat

Sejujurnya hati ini ingin menatapmu sejenak
Meyakinkan hatiku bahwa kaulah yang terbaikMeyakinkan rasa sayangku ini hanya untukmu