Senin, 10 September 2012

tiada yang salah dengan isi hati ini..
karena selalu kusadari.. mencintai bukan berarti memiliki.. menyayangi tidak mesti bersatu..

tapi kalau masih diberi kesempatan..
ingin kutitip sebaris kata hati untukmu..

maafkan aku.. karena masih tetap menyayangimu..

dan percayalah..

rasa sayang ini akan tetap menari dihatiku.. mungkin untuk selamanya..

SENJA

kubisikkan pada relung angin senja..
kutitip rindu ditiap bening waktu..
hingga dikala pedih menyapa.. ada senyum tetap menemani..
menghitung lembar waktu yang terus berlalu..

dan pada riuh ramai disekitarku..
kucoret sebaris aksara..
di ujung malam.. aku kesepian menunggu kabar darimu..

dari senja hingga diujung malam.. aku tetap menanti..

Aku ingin selalu menuliskan sesuatu dihatimu....


Aku tak bisa menjadi mentari yang selalu menyinari bumi...
Aku hanya ingin seperti lilin yang menerangimu kala gelap datang..
Meski aku terbakar lalu musnah,
Namun tak akan ada sesal yang ku sisakan pada diriku..

Aku tak akan menyesal karena memberimu cahaya,
Menjadi sebuah titik terang dalam perjalananmu
Aku tak ingin menjadi kata yang tertulis dengan tinta emas di hatimu,
Aku hanya ingin menjadi sesederhana kata yang menjadi penyejuk dalam sanubarimu..

Sesederhana kalimat yang pernah kusampaikan padamu,
Sesederhana paragraf yang mudah engkau mengerti..
Dan aku ingin selalu menuliskannya dihatimu....
Dan meletakannya tepat dijantungmu....

MAKNA


Bila kutengok dalam-dalam keujung jiwa
menggeliat rasa mengarah ke pelabuhan
bila kuurai hidupku berjuta makna
terasa nyata ada gerak satu irama

Keheningan menuntun arah kemana melangkah
Kekokohan tekad bagai kompas menuju sasaran
Kehadiran diri akan semakin kuat dan menajam
kemana jiwa mengarah hanya satu tujuan

ah... kembali hilang ditelan kegelapan...
biar kucari esok hari
kembali dalam sebuah penantian
dalam sebuah pengharapan
dalam sebuah hati...

Rindu ini terlalu dalam...


Rasa rindu padamu melesat terarah pada jantungku...
Merangsek tajam pada dadaku,
hingga menyentuh sumsum dan igaku..

Namun tak ada rasa sakit padanya,
bahkan selalu kurindui rasa itu..
Dimana setiap anak panahnya melesat pasti,
menghadirkan rasa tenang dan nyaman..

Meski terkadang melempariku dengan hujaman cemburu,
namun aku selalu merindui rasa itu menghujam tepat di jantungku..

Ingin sekali kutanyakan padamu
Apa yang telah kau sertakan pada anak panahnya
sehingga aku selalu ingin selalu merasakannya?