Rabu, 16 Mei 2012

Terdengar keras teriakan dalam hati
bergetar hingga gemetar terasa menyelubung di dada
denyut nadi pun terasa lebih kencang dari biasanya
disaat berjumpa dirimu disudut jalan depan rumahmu

Sungguh  keluh bibir ini untuk melemppar senyum
apa lagi sabuah tannya
bukan sombong yang sebenarnya ku bawa
tapi aku malu sesungguhnya 

Singkat waktu telah mengubah segalannya
pertemuan dengan dirimu mulai meraja
entah apa yang terasa
yang jelas ku ingin selalu berjumpa 
Apakah kau merasa hal yang sama wahai pujaan hati
lantang teriakan dalam dalam hati


Aku sungguh bahagia wahai pujangga
tolong sampaikan pada alam semesta 
bahwa aku mengginginkan dirinya
Sungguh..........!!!! 

Namun bila tak bisa??? 


Cukup bagiku walau tak bisa mengenalnya
cukup bagiku walau tak bisa memeluknya
cukup bagiku walau tak bisa merasakan dekap hanggat peluknya
tapi yang jelas...
Ijinkan aku tuk bisa selalu memandang indah wajahnya
Selamannya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar